Senyum terlihat karena adanya cerah
Cerah bersumber dari satu "dari yang Maha Satu"
Selamat Datang
kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan
"kripik pedas itu enak"
"kripik pedas itu enak"
Thursday, 24 November 2011
Galau
Suatu hari pas lagi buka jejaring sosial facebook, ada beberapa status yang saya baca2, dibelakang status ada tulisan galau, ada juga komen2 yang tulisannya galau. Kayaknya lagi booming ini kata. Mengalahkan sesuatu nya syahrini, heheheee. Karena penasaran, akhirnya aku coba cari2 apa seh makna atau definisi dari galau, berikut sebagian yang saya dapat dari walking2 ke situs maupun blog orang lain :
1. Galau, lagi bingung, ada masalah, gak tau lagi mau ngapain
2. Galau berarti terjadinya kekaburan emosi, bercampur semuanya baik emosi yang positif maupun yang negatif,
namun lebih didominasi oleh emosi negatif
3. Galau, waktu perasaan kita kacau entah karena apa
4. Perasaan yang tidak jelas, tidak menentu terhadap sesuatu (biasanya objeknya berupa seseorang)
5. Perasaan yang datang melanda apabila ada berada di tempat yang romantis, dan suasana romantis,
tapi tidakpunya kekasih/pacar/gebetan
6. Suatu keadaan ketika suasana hati menginginkan kebebasan, namun ada yang mengikat, gak mau lepas.
7. Keadaan dimana seseorang bingung untuk menentukan pilihan.. Merasa susah apa yg akan terjadi nantinya.
Apakah sesuai harapan atau tidak.Apakah ini benar atau salah.Apakah ini yg terbaik.bimbang.
8. Moment di antara pilihan, sebelum pilihan, atau setelah pilihan
9. Suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan
suatu hal ini
Akhirnya tau juga galau itu apa, saya coba memaknai sendiri berdasarkan dari beberapa pendapat2 di atas. Galau adalah suatu keadaan dimana pikiran seseorang yang lagi kacau atau bimbang, mungkin karena banyaknya pikiran dan pilihan yang dihadapi. Perlu suatu dukungan dan pengetahuan/ilmu untuk menghadapi keadaan itu.
Dari situ aku coba mencari juga seperti apa sih tanda2 orang yang sedang galau, berikut hasilnya,
1. Galau sering menimbulkan gejala kurang mood
2. Galau menimbulkan rasa ingin dipeluk dengan sangat, tapi ngga ada orang yang bisa memeluk (hehehehe)
3. Galau bikin bĂȘte
4. Galau bikin mau nangis tapi ngga tau mau nangis kenapa
5. Galau membuat muka jadi melankolis
6. Resah dan Mengeluh
7. Self-Centered (semuanya menceritakan tentang dirinya, dirinya, dan dirinya)
8. Membiarkan masalah pribadi diumbar ke public
9. Membuat banyak status dalam waktu singkat
Kalo liat gejala2 di atas seperti pernah juga merasakan,heheheee.
Sekedar tips ya, ini dari temen2 juga seh. Kalo anda merasakan lagi terserang virus kegalauan maka coba cari solusinya.
Saat anda banyak pikiran yang tak menentu, coba ambil wudhu trus sholat.
Saat anda dihadapkan dengan masalah yang menurut anda begitu besar, coba ambil wudhu, trus sholat, trus berdoa sama Alloh, karena kita tahu kan besarnya masalah tak akan bisa menandingi kebesaran Alloh.
Saat kita dihadapkan 2 pilihan yang kita sendiri tak tau mana yang harus di ambil, coba sholat istikhoroh.
Saat anda merasa sepi tak ada kawan, coba keluar kamar, keluar rumah, keluar ruangan, banyak tuh saudara2, temen2 yang mau berbagi, Alloh juga beserta kita.
Saat anda kangen sama orang tua atau saudara2 yang berada jauh disana, telpon mereka, tanyakan kabar mereka, dan jangan lupa doa kepada Alloh minta agar mereka dijaga dari kemaksiatan. Dan sebagainya…
Jadi, keGALAUan yang menghampiri anda, dapat anda hadapi dan selesaikan dengan kepercayaan akan GALAU
GALAU = God Always Listening Always Understanding *)
*)menjiplak kata temen dan jargon sebuah perusahaan asuransi, kalo nggak salah :D
Kotabumi, 24 November 2011
apep.emdeje
Baca Selengkapnya......
Saturday, 19 November 2011
Harapan Mereka
Masih kecil dididik dengan harapan agar kelak waktu sudah besar
anak2nya menjadi orang yang berguna bagi semuanya. Bisa membuka pintu
keberkahan bagi orang tua dan keluarganya. Tak ada orang tua dimanapun
yang berharap agar anak2nya menjadi anak yang durhaka, anak yang tidak
tau aturan, begitu nelangsanya hati orang tua kalo sampai punya
anak/keturunan yang seperti itu. Na'udzubillah...saya berlindung
kepadaMu, ya Alloh...
Aku yakin, doa orang tuaku
sebagai penyumbang terbesar (atas kehendakMu) atas apa yang aku dapatkan
sekarang, dan aku juga yakin orang tuaku tak akan berhenti berdoa untuk
aku dan saudara2ku. Orang tua memberikan semua yang mereka miliki
kepada anak2nya, bahkan kesehatan, nyawa dan hal2 yang penting baginya
mereka pertaruhkan demi anak2nya. Subhanalloh, itulah yang saya rasakan,
terima kasih ya Alloh, Engkau telah memberikan orang tua yang luar
biasa.
Setiap mendengar suaranya yang keluar dari ujung handphone ku, kadang membuat hati ini terasa ada angin yang lewat yang memberikan rasa yang melemaskan semua organ tubuh ini, terlintas membayangkan seperti apa raut muka ibuku yang ada di sana. Apakah dia menahan kerinduan kepada anaknya yang jauh merantau dari kampung halamannya, karena aku tahu, ibu ku tidak mau ditinggal jauh2 oleh anak2nya semenjak bapak meninggal sejak 9 tahun yang lalu, bagi dia anak2nya adalah hiburannya.
Sudah sekitar 4 tahun ini aku harus merantau demi masa depanku, mungkin ibu sedih waktu pertama kali aku berangkat ke pulau seberang, sumatera. Saya akui ini terasa lama sekali, namun itu tak menyurutkan kasih sayang ibuku kepadaku. Tiap telepon selalu menanyakan kabarku, bagaimana pekerjaanku, bagaimana kesehatanku, selalu mengingatkan jangan tertinggal sholat, mengaji, doakan bapakmu.
Suaranya yang selalu aku rindukan, meskipun tidak harus ketemu langsung, suara yang keluar dari hp pun sudah bisa menambah semangat dalam mengarungi kehidupan ini, suaranya yang keluar selalu berisi nasehat2 dan doa2 untuk anaknya. Pernah suatu saat, hampir 2 minggu aku tidak telpon kerumah, karena waktu itu kerjaan lagi banyak2nya, aku teringat setelah adik sms kalo ibu pengen ngomong, astaghfirulloh..langsung saja aku telpon dan meminta maaf kepadanya, takut kalau sampai label durhaka ikut menempel di daftar sifatku. Padahal biasanya aku telpon minimal seminggu 1x. mungkin dia sudah beberapa hari menahan untuk tidak menggangguku namun khirnya tak dapat dibendung juga kerinduannya, selain karena anak satu2nya yang jauh mungkin juga karena aku adalah anak lelaki yang paling besar di keluargaku. Keluargaku yang di sana pasti membutuhkan saran dariku. Tak apa, aku bisa belajar sebelum aku punya keluarga sendiri.
Sudah beberapa bulan ini beliau selalu bilang kalau pengen anaknya bisa deket dengannya, bisa berkumpul bersama2 lagi. Sebenernya bukan harapan beliau saja, harapan nenekku,harapanku dan harapan saudara2ku. Terlebih aku pengen selalu mendapingi orang tuaku yang sudah mendidikku selama ini, bahkan sudah 9 tahun lebih beliau membesarkan dan mendidik saya dan 3 saudaraku sendirian.
Ya Alloh kabulkanlah doanya
Setiap mendengar suaranya yang keluar dari ujung handphone ku, kadang membuat hati ini terasa ada angin yang lewat yang memberikan rasa yang melemaskan semua organ tubuh ini, terlintas membayangkan seperti apa raut muka ibuku yang ada di sana. Apakah dia menahan kerinduan kepada anaknya yang jauh merantau dari kampung halamannya, karena aku tahu, ibu ku tidak mau ditinggal jauh2 oleh anak2nya semenjak bapak meninggal sejak 9 tahun yang lalu, bagi dia anak2nya adalah hiburannya.
Sudah sekitar 4 tahun ini aku harus merantau demi masa depanku, mungkin ibu sedih waktu pertama kali aku berangkat ke pulau seberang, sumatera. Saya akui ini terasa lama sekali, namun itu tak menyurutkan kasih sayang ibuku kepadaku. Tiap telepon selalu menanyakan kabarku, bagaimana pekerjaanku, bagaimana kesehatanku, selalu mengingatkan jangan tertinggal sholat, mengaji, doakan bapakmu.
Suaranya yang selalu aku rindukan, meskipun tidak harus ketemu langsung, suara yang keluar dari hp pun sudah bisa menambah semangat dalam mengarungi kehidupan ini, suaranya yang keluar selalu berisi nasehat2 dan doa2 untuk anaknya. Pernah suatu saat, hampir 2 minggu aku tidak telpon kerumah, karena waktu itu kerjaan lagi banyak2nya, aku teringat setelah adik sms kalo ibu pengen ngomong, astaghfirulloh..langsung saja aku telpon dan meminta maaf kepadanya, takut kalau sampai label durhaka ikut menempel di daftar sifatku. Padahal biasanya aku telpon minimal seminggu 1x. mungkin dia sudah beberapa hari menahan untuk tidak menggangguku namun khirnya tak dapat dibendung juga kerinduannya, selain karena anak satu2nya yang jauh mungkin juga karena aku adalah anak lelaki yang paling besar di keluargaku. Keluargaku yang di sana pasti membutuhkan saran dariku. Tak apa, aku bisa belajar sebelum aku punya keluarga sendiri.
Sudah beberapa bulan ini beliau selalu bilang kalau pengen anaknya bisa deket dengannya, bisa berkumpul bersama2 lagi. Sebenernya bukan harapan beliau saja, harapan nenekku,harapanku dan harapan saudara2ku. Terlebih aku pengen selalu mendapingi orang tuaku yang sudah mendidikku selama ini, bahkan sudah 9 tahun lebih beliau membesarkan dan mendidik saya dan 3 saudaraku sendirian.
Ya Alloh kabulkanlah doanya
Doa ibuku
Kabulkan doa mereka
Kabulkan doa mereka
Doa nenek dan saudara2ku
Kabulkan doaku
Mudahkanlah urusanku
Kehendakilah apa yang menjadi harapan kami
aamiin
Kabulkan doaku
Mudahkanlah urusanku
Kehendakilah apa yang menjadi harapan kami
aamiin
Bintaro, 19 November 2011
apep.emdeje
Monday, 31 October 2011
Terima kasih...telah diingatkan
Tulisan ini sebenernya sudah aku buat beberapa hari kemaren, karena koneksi di kampung halamanku lemot bahkan nggak nyambung sama sekali, akhirnya aku bikin catatan aja,. Ntar kalo sudah berada di tempat yang dapat sinyal yang bagus rencana mau aku posting ke blog. Alhamdulillah sekarang dah dapat konek ke inet, sore ini memanfaatkan inet yang ada di kantor :D
--------------------------------
Alhamdulillah sampai pagi ini masih diberi begitu banyak nikmat. Rejeki yang tak terhitung lagi jumlahnya. Masih bisa bernafas dengan gratis. Masih bisa menjalani kehidupan dengan normal seperti kebanyakan orang. Masih mempunyai keluarga, saudara, teman, dan sahabat yang masih mau saling menasehati. Pagi tadi masih bisa bangun meskipun harus dibangunkan oleh suara muadzin di masjid desa ini. Seharusnya kan bangun lebih awal ya, banyak waktu yang bisa dimanfaatkan. Mungkin karena tidurnya sedikit kemaleman, jadi pules banget tidurnya. Untung masjidnya tepat di sebelah rumah tempat saya menginap. Adzannya seperti di samping telingga. Alhamdulillah...
Alhmadulillah masih diberi kesempatan untuk pulang kampung meskipun hanya 2 hari. pasti terasa cepet banget, liburan yang kemaren 2 minggu aja terasa 2 hari, apalagi yang 2 hari...lebayyyy :D
Hari kamis menginap di rumah nenek/ibu di joho, hari jumat nya menginap di rumah kakak di desa tetangga -desa kepet-. Tak beda jauh seperti apa suasana subuh di dua kampung ini. Adzan subuh berkumandang ada beberapa orang -ya beberapa orang saja- yang mau menyempatkan dirinya untuk mengikuti rombongan menuju masjid ataupun mushola. Untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Mereka didominasi oleh orang2 yang sudah sepuh/tua, namun ada juga beberapa anak kecil, masih sekitar SD lah anak2 itu. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk ikut dalam rombongan itu. Pagi itu aku diberi pelajaran yang begitu berharga.
Terasa ditampar oleh semangatnya anak2 kecil itu, dulu waktu kecil jam segitu saya masih enak2an tidur, tak memperdulikan suara adzan dan sholawatan dari orang yang ada di masjid maupun mushola, bahkan aku tutup telinggaku dengan bantal dan berharap cepet2 iqomah biar gak ada lagi suara2 yang mengganggu tidurku.
Dan Terpikir apakah nanti di hari tuaku aku akan memiliki semangat seperti bapak2 tua itu. Dalam pagi yang masih gelap dengan fisik yang kemungkinan jauh seperti yang saya miliki sekarang ini, harus melawan hawa nafsu untuk berangkat ke masjid menjalankan sholat berjamaah???
Dan Terpikir apakah nanti di hari tuaku aku akan memiliki semangat seperti bapak2 tua itu. Dalam pagi yang masih gelap dengan fisik yang kemungkinan jauh seperti yang saya miliki sekarang ini, harus melawan hawa nafsu untuk berangkat ke masjid menjalankan sholat berjamaah???
Ya Alloh ya rob
Terima kasih engkau telah memberikan pelajaran yang berharga padaku di pagi ini
Engkau tunjukkan kepadaku kuasaMu
Engkau memberikan semangat kepada orang2 yang berjalan kokoh di jalanMu
Aku berdoa kepadaMu ya Alloh
Takdirkanlah agar aku selalu memanfaatkan waktuku untuk mengabdi kepadaMu
Beribadah kepdaMu adalah kewajibanku
Sudah diikrarkan ketika manusia akan diciptkan
"Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"
Itu jelas2 fimanMu ya Alloh
Ya Alloh ya rob
Jadikahlah keluargaku dan keturunan2ku orang2 yang selalu berjalan di jalanMu
Orang2 yang sholeh dan sholehah
Yang selalu menjaga hatinya untuk selalu beriman kepadaMu
Berada di jalanMu
Menjalankan PerintahMu
Menjalankan PerintahMu
Wednesday, 26 October 2011
Mudik lagi... :D
Barusan baca-baca postingan-postingan blog yang beberapa bulan yang lalu. ada sebuah judul "Perjalanan Mudik I di Tahun 2011", setelah aku baca ternyata banyak hal-hal yang baru dan menarik. kadang senyum2 sendiri.hihihi
Nah saat ini aku mencoba untuk mengingat2 perjalanan mudikku yang kedua di tahun 2011 ini. Perjalanan mudik lebaran 1430H. udah aku coba ingat2 kok banyak yang lupa, seperti apa perjalanan kemaren. salah sendiri ya, harusnya di bikin catatan kecil, kan lumayan ntar bisa buat cerita untuk anak cucu...halahhhh...nglantur..hihihi
seingatku aku pulang beberapa hari lebih dulu dibandingkan dengan temen2 sekantor yang mudik, kebanyakan dari temen2 kantor pasti tak asing dengan istilah mudik dan bagaimana rasanya harus mudik. karena kebanyakan temen2 kantor bukanlah orang asli kotabumi. banyak yang berasal dari luar kotabumi, bahkan harus menyeberang pulau, termasuk saya..
berhubung pulang lebih cepet dan termasuk mendadak juga (liat tiket pesawat juga lumayan mahal) akhirnya saya putuskan naik bus. seperti biasanya saya naik rosal** ind**, berangkat dari kotabumi, duduk saja, besoknya dah sampe madiun. mungkin karena terlalu simpel jadi gak ada cerita yang menarik. o ya salah satu alasan kenapa saya tidak estafet aja karena waktu itu masuk bulan puasa. sepertinya berat kalau harus puasa dalam perjalanan dari kotabumi (lampung) sampe madiun (jawa timur) harus estafet. Berangkat jam 12 siang sampe madiun besoknya maghrib wktu setempat. lumayan lama yahhh...begitulah beratnya orang perantauan..eh itu termasuk kemalanganku apa keburuntunganku ya????,,ya udah aku anggap nikmat aja lah, tanpa merantau ke kotabumi mungkin aku tak akan pernah merasakan naik kapal, tak akan pernah merasakan menyeberang selat sunda, tak akan pernah melihat indahnya hamparan daratan dan lautan waktu naik kendaraan yang bisa terbang, tak akan bertambah saudara2 dan teman2, dan banyak lagi...alhamdulillah...
dalam perjalanan itu kebanyakan penumpangnya adalah orang yang berasal dari jawa yang merantau ke sumatera, terutama yang di lampung. mereka menyempatkan diri untuk mngunjungi sanak keluarga yang berada di jawa. waktu itu bus berisi penuh penumpangnya, maklum waktu itu kan sudah mendekati lebaran. dalam perjalanan kebanyakan waktu saya habiskan untuk tidur, karena mau ngobrol sama siapa juga nggak kenal adan mereka lebih asyik ngobrol sama saudara2nya. kebanyakan dari mereka melakukan perjalanan secara rombongan.
baliknya ke lampung sepertinya gak begitu ada cerita, naik kereta dari madiun turun di jakarta. berangkat dari stasiun madiun sekitar jam 7 malam. karena perjalanan malem, baru jalan beberapa kilo aja udah tidur, bangun2 dan hampir sampe jakarta. ceritanya di perjalanan tidur aja ne. turun di stasiun senen langsung menuju stasiun gambir. di stasiun gambir langsung menuju loket damri. ambil tiket damri jurusan tanjung karang (bandar lampung). di damri juga saya manfaatkan buat tidur. kebanyakan penumpangnya perempuan jadi mau ngobrol juga nggak pantes. akhirnya tidur.hahaha
mungkin karena nggak ada sama sekali tantangan waktu perjalanan mudik maupun balik jadi gak ada cerita yang bisa di sharing...
terus apa coba manfaatnya dari tulisan ini???saya kira nggak ada ya..hanya mengisi waktu luang sambil dengerin orang kantor pusat cuap2....hehehe
berhubung pulang lebih cepet dan termasuk mendadak juga (liat tiket pesawat juga lumayan mahal) akhirnya saya putuskan naik bus. seperti biasanya saya naik rosal** ind**, berangkat dari kotabumi, duduk saja, besoknya dah sampe madiun. mungkin karena terlalu simpel jadi gak ada cerita yang menarik. o ya salah satu alasan kenapa saya tidak estafet aja karena waktu itu masuk bulan puasa. sepertinya berat kalau harus puasa dalam perjalanan dari kotabumi (lampung) sampe madiun (jawa timur) harus estafet. Berangkat jam 12 siang sampe madiun besoknya maghrib wktu setempat. lumayan lama yahhh...begitulah beratnya orang perantauan..eh itu termasuk kemalanganku apa keburuntunganku ya????,,ya udah aku anggap nikmat aja lah, tanpa merantau ke kotabumi mungkin aku tak akan pernah merasakan naik kapal, tak akan pernah merasakan menyeberang selat sunda, tak akan pernah melihat indahnya hamparan daratan dan lautan waktu naik kendaraan yang bisa terbang, tak akan bertambah saudara2 dan teman2, dan banyak lagi...alhamdulillah...
dalam perjalanan itu kebanyakan penumpangnya adalah orang yang berasal dari jawa yang merantau ke sumatera, terutama yang di lampung. mereka menyempatkan diri untuk mngunjungi sanak keluarga yang berada di jawa. waktu itu bus berisi penuh penumpangnya, maklum waktu itu kan sudah mendekati lebaran. dalam perjalanan kebanyakan waktu saya habiskan untuk tidur, karena mau ngobrol sama siapa juga nggak kenal adan mereka lebih asyik ngobrol sama saudara2nya. kebanyakan dari mereka melakukan perjalanan secara rombongan.
baliknya ke lampung sepertinya gak begitu ada cerita, naik kereta dari madiun turun di jakarta. berangkat dari stasiun madiun sekitar jam 7 malam. karena perjalanan malem, baru jalan beberapa kilo aja udah tidur, bangun2 dan hampir sampe jakarta. ceritanya di perjalanan tidur aja ne. turun di stasiun senen langsung menuju stasiun gambir. di stasiun gambir langsung menuju loket damri. ambil tiket damri jurusan tanjung karang (bandar lampung). di damri juga saya manfaatkan buat tidur. kebanyakan penumpangnya perempuan jadi mau ngobrol juga nggak pantes. akhirnya tidur.hahaha
mungkin karena nggak ada sama sekali tantangan waktu perjalanan mudik maupun balik jadi gak ada cerita yang bisa di sharing...
terus apa coba manfaatnya dari tulisan ini???saya kira nggak ada ya..hanya mengisi waktu luang sambil dengerin orang kantor pusat cuap2....hehehe
Jakarta, 26 Oktober 2011
apep.emdeje
Saturday, 15 October 2011
Malu ah nggak Jamaah
Kawan…ane mau cerita neh, cerita dari temen ane..
Begini ceritanye..ehm…
Di sebuah kampung yang bernama kampung awam. Saat matahari
semakin tinggi tapi belum sampe tepat di atas kita, sekitar jam 10 an pagi lah. Tiba2 seorang ta’mir yang sekaligus
dia adalah bilal di masjid kampung tersebut mengumandangkan adzan.
Sontak semua warga kaget terheran2, baru jam 10 kok udah
adzan. Selesai adzan ta’mir tesebut di panggil2 oleh warga yang ternyata sudah
memenuhi halaman masjid, rame banget halaman masjid saat itu. Seperti mau ada
demo atau pembagian sembako.
Salah seorang dari warga di kampung itu bertanya,
“kami heran.., kamu itu aneh ya, baru jam segini udah
adzan..bikin malu kampung kita aja” , kata salah seorang warga.
“malahan bapak2 ini yang bikin saya heran, kenapa saya adzan
jam 10 gini pada datang semua, sedangkan waktu dhuhur, asar, maghrib, isya, dan
subuh hanya satu dua yang datang, bahkan kadang tak ada satupun” , jawab ta’mir
masjid tersebut.
########
Pasti kawan2 tau maksud cerita ini, MENJAGA SHOLAT BERJAMAAH,
dapat pahala lebih daripada sholat sendirian dan dapat keutaman sholat di awal
waktu.semoga istiqomah yah…
bagi perempuan/akhwat lebih baiknya sholat di rumah, namun tak ada larangan untuk sholat di masjid dengan beberapa syarat yaitu menutup aurat, tidak memakai wangi2an, dan tidak menimbulkan fitnah
#just share, semoga bermanfaat
Kotabumi, 15 Oktober 2011
apep.emdeje
Wednesday, 28 September 2011
Pondok Madani di novel "Negeri 5 Menara"
Suatu saat sering denger kalimat man jadda wajada. Kalau kita
paham kalimat tersebut, maka kumpulan dari kata-kata tersebut akan menjadi
senjata yang ampuh dalam mengarungi kehidupan ini. Siapa yang
bersungguh-sungguh maka akan dapat/terlaksana/berhasil. Sungguh sebuah kalimat
yang melecut semangat kita. Kata-kata tersebut sering muncul di sebuah novel
karangan A. Fuadi, yang berjudul "Negeri 5 Menara".
Awalnya saya iseng2 browsing tentang novel tersebut,
sepertinya menarik. Dan ternyata benar, setelah membaca beberapa rangkuman dari
isi novel tersebut yang dishare oleh sebagian temen2 blogger, saya menjadi
tertarik untuk membaca novel tersebut. Apalagi latar dari cerita tersebut
sebagian besar di daerah yang dekat dengan kampung halaman saya. Di sebuah pondok
yang berada di desa yang terletak di kabupaten ponorogo. Kabupaten ini berada
tepat di sebelah selatan dimana saya di lahirkan, sebelah selatan kabupaten
madiun. Dan saya sedikit tahu tentang pondok tersebut. Kalau di kampung saya
pondok tersebut terkenal dengan sebutan Gontor Putra, kalo Gontor Putri ada di
Mantingan, Ngawi. Waktu masih SMA sekitar kelas 2, saya pernah ikut studi
banding ke gontor putra (dalam novel namanya Pondok Madani) tersebut, yang
diadakan oleh SMA di mana saya belajar.
Subhanalloh, memang luar biasa pondok tersebut. Semangat santri-santrinya
jempol deh…hilir mudik pegangan dari sebagian besar mereka adalah buku. Di kelas
suasananya sangat hidup, mungkin dibandingan dengan kami begitu besar bedanya,
kami sudah terbiasa dengan makan ikan secara langsung, dikasih kail dan umpan
hanya didiamkan saja. Semangat belajar itulah yang dulu melatarbelakangi SMA
saya untuk melakukan studi banding ke pondok tersebut. Di pondok tersebut
jadwalnya tertata rapi, bukan hanya belajar tapi kegiatan ekstrakurikuler juga
banyak. Salah satunya sepakbola. Seingatku waktu saya masih MTs, pernah lihat
beberapa santri gontor tersebut, waktu itu mereka mengikuti liga yang diadakan
oleh kecamatan tempat saya tinggal. Sebuah liga antar SSB yang ada di kabupaten
madiun dan sekitarnya dalam bidang olahraga sepakbola yang diadakan setiap
tahunnya. Mereka hampir tiap tahun mengikuti kejuaraan ini. Dan merupakan team yang
disegani lawan2nya, vaforit juara berkat penampilannya yang menawan.
Kembali ke novel tersebut. Sabtu kemarin baru saja kelar
baca novel Negeri 5 Menara. Sebenernya dah lama mulai bacanya. Pertama kali aku
cari2 ebook nya bae. Praktis dan murah meriah.hehehe. Alhamdulillah ada temen
yang kirim setelah aku update status kalo lagi cari ebook novel tersebut. Thanks
to bapak al farisy (nama pena-nya).
Setelah baca beberapa halaman di depan PC, mata ini kayaknya
udah gak kuat lagi..perih rasanya, akhirnya mulai malas buat baca lagi. Mau cari
novelnya harus ke karang dulu, soalnya di earth of city kayaknya gak ada toko buku
yang lengkap. Eh…tak disangka ternyata ada temen yang punya novelnya, Alhamdulillah.
Thanks to my friend, yang telah meminjamkan novelnya ke saya. ---ketoke arek iki nah yo moh ragat---haha
Novel ini terinspirasi dari kisah nyata. Ada seorang anak
minang yang bernama alif fikri, dia berangkat ke pondok tersebut karena keinginan
amaknya (ibunya). Keinginan amaknya tersebut juga didukung oleh pamannya. Pamannya
itu merupakan salah satu lulusan pondok tersebut. Bapaknya juga sebenarnya
setuju dengan usulan amaknya, hanya saja bapaknya tersebut banyak diam. Alasan amaknya
yaitu agar anak laki-lakinya tersebut bisa menjadi orang sukses yang tahu agama
dan yakin kalau disana tak akan tertinggal juga dengan ilmu umum. Padahal anak
tersebut cita-citanya setelah lulus madrasah mau meneruskan di SMA bukittinggi
bersama temannya yang bernama Randai, SMA favorit disana. Tapi setelah
diyakinkan orangtuanya serta pamannya, dia pun berangkat meninggalkan kampung
halamannya, menyeberang pulau menuju sebuah desa di atas awan. Dimana Pondok
Madani berdiri kokoh di sana.
Di pondok tersebut, dia ketemu dengan temannya yang di novel
tersebut mereka disebut "sohibul menara", orang yang punya menara. Mereka hampir tiap
sore berkumpul di bawah menara masjid di pondok tersebut. Mereka saling
mengungkapkan mimpi2 mereka, indah sekali mimpi anak-anak yang begitu semangat
menuntut ilmu di sebuah pondok yang sebenarnya tidak mengeluarkan sebuah
ijasah. Sebuah pondok yang membekali santrinya tidak dengan ijasah, namun
dengan pengetahuan, semangat, keikhlasan dan sebuah senjata –man jadda
wajada-.
Sohibul menara tersebut adalah -dirinya- alif fikri dari
minang, Raja yang berasal dari sumatera utara, Baso yang berasal dari Sulawesi,
Atang yang berasal dari Bandung, Said yang berasal dari Surabaya dan Dulmajid
yang berasal dari Madura. Mereka berbagi kesenangan dan duka bersama-sama. Ada yang
kurang lancar dalam memahami materi yang diajarkan, lainnya akan membantu
mencari solusinya. Ada temen yang kiriman dari orang tuanya sudah habis dan
belum datang lagi, temen2 yang lain yang ikut membantu kebutuhan sehari-hari. Ada
temen waktu liburan gak bisa pulang atau sekedar berlibur, ada temen yang
mengajak maen kerumahnya sekalian liburan dan diajak berkunjung melihat kampus
idaman temennya yang diajak tersebut, ITB Bandung. Bahkan mereka disuruh
mengisi kajian yang diadakan di kampus tersebut. Dan masih banyak lagi
kisah-kisah lainnya.
Bagaimana kisah selanjutnya serta seperti apakah suka duka
mereka sekolah dan gambaran sebagian besar kehidupan di Pondok Madani???…selengkapnya
dapat dibaca di "Novel Negeri 5 Menara".
#soalnya cerita detailnya udah agak2 lupa (padahal bacanya
baru saja selesai), tebel juga sih novelnya#
Kotabumi, 28 September 2011
apep.emdeje
Baca Selengkapnya......
Thursday, 22 September 2011
Merantaulah!!!!!!
Ada sebuah syair berbahasa
Arab dari Imam Syafi'i
orang
pandai dan beradab tidak
akan
diam di kampung halaman
tinggalkan
negerimu dan
merantaulah
di negeri orang
merantaulah,
kau akan mendapatkan pengganti
dari
kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah,
manisnya hidup terasa
setelah
lelah berjuang
menanggapi maksud syair tersebut,
saya menangkap dari syair tersebut maksudnya adalah kita merantau untuk mencari ilmu, toabul ‘ilmi..karena ilmu tidak hanya disekitar kita saja. Masih banyak ilmu yang ada di luar sana. Keluarlah dari kampungmu, merantaulah, kejar ilmu itu. Dan jangan takut akan kesepian, karena di luar sana banyak saudara, kerabat dan teman yang siap berbagi dengan kita.
Sebenernya saya sendiri di sini merantau, jauh-jauh menyeberang meninggalkan pulau dimana saya lahir, keluar dari kampung dimana saya dilahirkan, dibesarkan dan dididik. Namun tersadar bahwa saya agak merasa ada yang kurang, apakah merantaunya ini hanya untuk mengejar materi?????terus apa yang saya dapat?????
Memang saya akui, pertama kali saya mau berangkat merantau tujuannya adalah bekerja. Bekerja dimanapun saja, masih di bumi Alloh. Namun ya itu tadi, BEKERJA sebagai tujuan utama. Bekerja untuk mendapatkan materi, bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan dan tujuan itu mengalahkan tujuan bekerja untuk ibadah. tetap ada tujuan untuk ibadah namun kalah saing dengan yang lain.
Luruskan niat dalam mengarungi kehidupan ini. Ilmu adalah yang utama dalam kehidupan ini, tanpa ilmu semua akan sia-sia. Keseharian kita dalam bekerja tersebut banyak ilmu yang bisa kita ambil . Ilmu tidak hanya diperoleh dari bangku sekolah.
"tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat"
Semoga Alloh mempermudah kita untuk mempelajari ilmu dan memahami ilmu
kotabumi, 22 September 2011
apep.emdeje
Baca Selengkapnya......
Subscribe to:
Posts (Atom)