Senyum terlihat karena adanya cerah
Cerah bersumber dari satu "dari yang Maha Satu"
Selamat Datang
kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan
"kripik pedas itu enak"
"kripik pedas itu enak"
Wednesday, 14 September 2011
Ibu
Ibu…
Kerutan di wajahmu tak mengerutkan semangatmu
Itulah yang membuatku yakin akan kasih sayangmu
Bukti kasih sayangmu padaku dan saudara-saudaraku
Ibu…
Pandangan mata sayumu menentramkan hati anak-anakmu
Kata-katamu selalu menyejukkan
Mengalahkan sejuknya angin siang di bawah pohon yang rindang
Ibu..
Umurmu yang terus berkurang tak ikut mengurangi kegigihanmu
Sembilan tahun sudah kau didik anak-anakmu dalam kesendirian
Dan aku yakin, tak akan berhenti sampai di situ
Ibu…
Kau pikul sendiri luka yang ada
Kau makan sendiri pil pahit yang ada
Kau bagi-bagi kebahagian yang kau dapat dengan anak-anakmu
Ibu…
Dalam setiap doamu
Dalam setiap doamu
Kau tak lupa tuk selalu berdoa untuk anak-anakmu
Berdoa untuk keluargamu
Semoga…
Semua itu dapat ganti yang lebih baik dari Alloh
Menjadi amal kebaikanmu
Menjadi bekal dalam perjalananmu
Menjadi perisai dalam perjuanganmu
Anak-anakmu menjadi pintu keberkahan untukmu
Mempermudahmu menuju syurga-Nya
Berkumpul dengan semua keluargamu disana
Dalam kasih sayang tuhanmu
Alloh Subhanahu wa Ta’ala
kotabumi, 14 September 2011
apep.emdeje
Baca Selengkapnya......
Monday, 12 September 2011
Berkunjung ke Rumah Itu
Saat romadhon tersisa beberapa hari lagi
Alhamdulillah aku masih bisa menengoknya
Menengoknya di rumah tua itu
Aku masih bisa berkunjung ke rumahnya
Rumah yang sejak 9 tahun yang lalu hanya ditempati ibunya,
dirinya, dan 4 orang anaknya
Rumah tua itu
Rumah yang sangat sederhana
Meskipun sebagian temboknya sudah ada yang retak
Tanpa membuka pintu ataupun jendela
Yang di dalam rumah bisa melihat apa yang ada dan terjadi di
luar sana
Masih teringat dalam anganku
Dulu ketika hujan turun
Penghuni rumah itu sibuk mencari bak dan ember
Bahkan panci pun dipakai karena sudah begitu banyaknya
lubang di atap rumahmu
Jalan menuju rumah yang masih jalan tanah
Jalan yang ada di tengah-tengah sawah
Tak terbayang seperti apa susahnya kalau musim hujan datang
Ada cerita,
Anak bungsunya yang dibonceng kakak perempuannya terjatuh
saat pulang dari sekolah.Terpeleset di jalan yang licin itu. Untungnya waktu
pulang sekolah. Alhmadulillah besoknya masih bisa pake baju yang lain
Dia siapkan kain untuk membersihkan sepatu anak-anaknya di
jalan beraspal depan itu. Agar sepatunya tidak kotor saat memasuki kelas mereka
Di balik kesederhanaan rumah itu
Subhanalloh
Aku merasakan ada yang beda
Begitu nyaman tinggal disana
Bahkan aku sendiri pun aku merasa sedih kalau harus
meninggalkan rumah itu
Meskipun hanya sementara
Tiap habis maghrib terdengar alunan ayat-ayat Alloh
Tak jarang habis subuhpun kadang masih terdengar
Rumah yang tiap hari di isi dengan ucapan-ucapan semangatnya
yang menggelora
Selalu di isi dengan nasehat-nasehatnya yang ikhlas
Rumah yang dipenuhi kasih sayang antar anggota keluarganya
Ada canda tawa yang khas dari keluarganya
Terlihat dan terdengar bahagia sekali keluarganya
Baginya dan keluarganya, rumah mereka adalah surga dunia mereka
Rasakan saat kau menuju rumah itu
Pemandangan yang begitu indah
Dalam perjalanan engkau akan diiringi suara gesekan jerami
padi yang tersapu angin
Goyangan-goyangan indah padi-padi di sawah
Pohon-pohon yang menyejukkan di pematang sawah
Suara burung yang saling bersahutan begitu merdu
Kadang ada anak-anak yang berlari-lari menerbangkan layang-layangnya
Saat kau sampai dirumah itu
Berdirilah di halaman rumah itu
Lihatlah kedepan
Manjakan matamu dengan indahnya hamparan sawah yang lumayan
luas
Liat samping kanamu
Ada beberapa pohon yang masih asri, rumah-rumah tetangganya
yang sejuk karena dikelilingi bunga-bunga yang indah
Liat di samping kirimu
Hamparan sawah tak kalah indahnya dengan yang di depanmu
Engaku pandang lurus jauh di kirimu itu
Engkau akan lihat keindahan gunung ciptaan tuhanmu
Subhanalloh…
Indah sekali ciptaanmu ya Robb
Baca Selengkapnya......
kotabumi, 12 September 2011
apep.emdeje
Friday, 9 September 2011
nasib si mimi
pagi
ini, lagi cari file2 yang ada di harddisk buat kerjaan yang sebelum
pulang libur lebaran file2 kerjaanku aku backup di harddisk...eh liat
ada foto disamping.hehehe
jadi
inget waktu pulang mudik lebaran kemaren. waktu pulang ke kampung
halamanku, kampung yang adem ayem ,tentrem, damai, sejuk dan penuh
kenangan :D...ya...desa joho kecamatan dagangan kabupaten madiun
disitulah aku dibesarkan dan dididik.
alhamdulillah yah..(syahrini banget.hihihihi) masih bisa pulang meskipun harus merantau jauh meninggalkan kampung halaman
yups..motor
yamaha mio nomor polisi AE 4630 EI, motor yang sehari-hari dipake mbak
saya buat ngajar. kala itu, motor itulah yang dipake untuk menjemput
saya di terminal madiun.
sekitar jam setengah enam kurang dikit saya sudah sampe di terminal madiun, sebentar lagi udah mau adzan maghrib dan berarti sudah mendekati waktu berbuka karena waktu itu masih di dalam bulan romadhon.
jarak terminal sampe rumah sekitar 30 an KM, kalo dihitung waktu ya sekitar 30an menit lah kalo normal dan kalo ngebut bisa 15-20 an menit. sampe terminal sudah ada kakak saya yang menunggu. langsung aja pulang menuju rumah karena ngejer waktu biar masih bisa buka dan sholat maghrib di rumah. tepat di depan sma dagangan kok terasa ada goyangan waktu jalan, eh...ternyata ban belakang kempes...alhamdulillah yah...(syahrini lagi...hihihi) bisa berbagi rejeki dengan tukang tambal ban. padahal untuk sampe rumah gak sampe 2 KM lagi. dan ternyata kata tukang tambal nya harus diganti ban dalamnya. "nggeh sampun ,digantos mawon pak!!!"
mungkin disuruh buka dulu kali ya, soalnya adzan maghrib sudah berkumandang beberapa menit yang lalu. alhamdulillah di deket situ ada warung, cukuplah kami berbuka dengan segelas teh manis hangat plus beberapa gorengan dan makanan ringan. alhamdulillah...puasa hari ini lancar.
setelah sekitar 2 minggu liburan (lumayan lama juga yak..) hari senin tanggal 5 september 2011 ba'da maghrib siap2 berangkat lagi ke "ladang" yang jauh di sana, harus pergi meninggalkan pulau jawa, merantau di pulau seberang, sumatra. ba'da maghrib di anter adik ke stasiun, karena kebetulan waktu itu saya pake jasa kereta api, rencana mau estafet, sambung menyambung naik kendaraan menuju lampung. karena dirumah motor bebeknya agak kurang fit dan tinggalah motor yang laki. berhubung yang nganter cewek, gak mungkin adik saya bisa naik motor laki. akhirnya pinjem motor mbak. pake motor yang dulu dipake untuk menjemput saya.hehehe, senengane nyilih ae...
trus apa coba inti tulisan saya, kok gak jelas ngene...hehehe.sepurane
intinya,
kepulangan dan keberangkatan saya ke dan dari madiun disambut dan dianter dengan bocornya ban motor yang dipake. waktu pulang ke madiun yang bocor ban belakang sedangkan waktu meninggalkan (untuk sementara aja ya...) madiun yang bocor ban depan.
alhamdulillah bisa berbagi rejeki dengan tukang tambal ban dan penjual ban, dan alhamdulillah ban belakang yang dalam jadi baru lagi...
alhamdulillah yahhh..
subhanalloh yah....
sesuatu banget :)
apep.emdeje
kotabumi, 9 September 2011
Baca Selengkapnya......
Thursday, 4 August 2011
Bila Waku Tlah Berakhir
Bila Waktu Tlah Berakhir – Opick
bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu
bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu
dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya
bila waktu tlah memenggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi
Jujur, sebenarnya saya sudah lama gak dengerin yang namanya musik.ada beberapa pendapat bahwa musik adalah hal yang dilarang di agama yang saya yakini. Namun di sini, saya tidak akan membahas tentang hukum musik. Saya hanya akan mencoba mengambil makna dari lirik lagu yang saya tulis di atas.
Semalem, habis sholat tarawih karena masih mati lampu, aku coba buka-buka daftar lagu yang ada di HP. Jariku terhenti saat melihat ada judul lagu “bila waktu telah berakhir”. Dengan jari telunjuk aku tekan layar HP ku tepat di judul lagu itu. Sebelumnya udah aku pasang headset. Aku dengarkan kata demi kata yang ada di lirik lagu tersebut. Sebenarnya lirik lagunya pendek,tapi memiliki arti yang luas. Baris demi barisnya mempunyai makna yang patut kita maknai, menurut aku pribadi.
Pelajaran yang dapat saya ambil yaitu berbicara masalah kematian.
(1)
Dunia ini hanyalah sementara.
Dunia ini hanyalah sementara.
Perasaan baru kemaren saya itu masih berseragam abu-abu putih, perasaan baru kemaren saya berseragam biru putih, perasaan baru kemaren saya berseragam merah putih, perasaan baru kemaren aku berlari-larian di depan rumah sama teman-teman saya yang sama-sama masih ngeces, perasaan baru kemaren saya digendong oleh ibu saya. Ya..terasa sebentar sekali waktu yang saya lalui, sebentar sekali kehidupan di dunia ini.
Allah berfirman dalam QS Al Mukminun : 114 : “Tidaklah kamu tinggal (di dunia) melainkan sebentar saja, jikalau kamu mengetahui"
Surah An-Nisa: 77
...Katakanlah (wahai Muhammad): Harta benda yang menjadi kesenangan di dunia ini adalah sedikit sahaja, (dan akhirnya akan lenyap) dan (balasan) hari akhirat itu lebih baik lagi bagi orang-orang yang bertakwa (kerana ia lebih mewah dan kekal selama-lamanya) dan kamu pula tidak akan dianiaya sedikit pun.
(2)
Memang benar kalau kematian sudah datang kita tak akan dapat memperceptanya atau memperlambatnya sedikitpun. Kita tak akan dapat mengulang masa lalu. Penyesalan lah yang akan muncul di saat-saat seperti itu. Sebagai contoh orang kafir yang menyesal kenapa dulu mereka tidak beriman.
Surah Al Hijr :2
Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
Surah Al Mu’minuun (23) : 99.
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)”
(3)
Sesudah kematian itu datang, maka semua yang kita miliki di dunia ini tidak akan bisa kita bawa kecuali amal kita. Harta benda yang sudahkita kumpulkan dengan susah payah di dunia, keluarga yang sangat kita sayangi semua akan kita tinggalkan di dunia ini, tak dapat kita bawa kea lam kubur, ke akhirat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Baca Selengkapnya......
kotabumi, 3 Agusus 2011
apep.emdeje
Monday, 1 August 2011
Kemenkeu Five
Awalnya aku gak tau maksud dari kemekeu five tersebut. Selidik punya selidik ternyata itu adalah semacam kontrak kerja antara pegawai dengan instansi nya. Kebetulan saya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, instansi vertical dari Kementerian Keuangan.Inilah salah satu bentuk usaha nyata dari direktorat tempat saya bekerja, dari waktu ke waktu selalu memperbaiki cara kerja dan system kerja. Pengawasan yang semakin ketat tak dapat dielakkan. Pegawai yang berprestasi akan mendapatkan reward begitu juga sebaliknya yaitu yang mempunyai “masalah” maka jangan harap akan lolos dari punishment yang akan diberikan. Masalah reward kayaknya masih dipukul rata, dibagi sama kesemua pegawai DJP, itu yang saya rasakan. Selalu ada diklat-diklat yang bertujuan meningkatkan kemampuan SDM nya.
Sistem absen yang sudah memakai sidik jari mulai awal modernisasi. Dan perlu anda ketahui, selain terkena potongan penghasilan di bulan tersebut karena telat absen atau gak absen, siap-siap saja anda akan terkena juga pengurangan dalam penilaian kinerja dan hal itu akan berpengaruh terhadap grading anda di instansi tersebut. Hasilnya, penghasilan tiap bulan bisa saja berkurang, penurunan jabatan, lebih parah lagi bisa dikeluarkan dari DJP. Namun hal itu tak akan terjadi kalau anda bekerja sesuai aturan.
Penilaian atasan kepada bawahan sesuai kinerjanya yang dilakukan sidang setiap selesai semester yang bersangkutan untuk masing-masing pegawai. Bahan-bahan yang digunakan untuk sidang adalah hasil kerja kami yang sudah direkam secara system maupun manual selama satu semester oleh atasan kita langsung dan bukan atasan langsung. Hasil sidang tersebut pasti akan punya pengaruh pada pegawai di semester yang akan datang.
Dan masih banyak lagi langkah-langkah nyata dari direktorat saya bekerja dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, system pengawasan yang lebih optimal/efektif, system penilaian yang berimbang, serta jaminan kepada pegawai yang sudah bekerja semaksimal mungkin.
Sebatas untuk diketahui dan kalau bisa lebih mudah-mudahan bisa merubah/menyempurnakan yang sudah ada. Hanya saja saya di sini merasa kurang mendapatkan keadilan dibanding teman-teman yang berada di kota-kota besar sana. Bayangkan saja, saya adalah lulusan Diploma I, gimana saya bisa bersaing kalau mau kuliah saja susah, gak ada kampus yang diakui, mau ikut kuliah kedinasan kesulitan mendapatkan ijin dari kantor dengan alasan kekurangan pegawai. Saya yang harus jauh-jauh meninggalkan orangtua dan saurada-saudara saya, yang hanya bisa pulang maksimal 4 kali dalam setahun, itupun kalau memaksa 4 kali dalam setahun di rumah hanya 2-3 hari saja, betapa capeknya dan berapa besar ongkos yang harus saya keluarkan. Sedangkan disana ada yang bisa ketemu keluarganya setiap saat tanpa ada yang “mengusik” sedikitpun. Ya sudahlah, memang seperti itulah jalan yang harus saya lewati. Namun tetap berharap keadilan itu akan datang.
Kembali ke bahasan, kemenkeu five
Saya mau mencoba mengartikan sendiri sesuai yang saya ketahui.
Kemenkeu five ini adalah semacam kontrak kerja selama satu tahun yang dilakukan oleh pegawai DJP yang berada dibawah eselon IV , semacam saya yaitu pelaksana atau teman yang lain sebagai AR.Sebenarnya kontrak kerja ini adalah hasil breakdown dari kontrak kerja yang sudah ditandatangani oleh eselon IV (kemenkeu four) dan kemungkinan juga hasil breakdown dari eselon III (kemenkue three). Itu sebatas yang saya tahu.di kontrak kerja kami ini ada tanda tangan saya, atasan saya langsung dan kepala kantor. Isi dari kontrak kerja ini harus saya kerjakan selama satu tahun kedepan. Dan hampir semuanya harus tercapai dari rencana yang sudah ada. Berat!!!sangat berat sekali dirasa..tapi harus tetap dicoba, tetap dikerjakan, insyaAlloh ada jalan.
Bekerja di direktorat ini tidaklah semudah seperti yang anda bayangkan. Kami harus menyelesaian target-target yang sudah dibebankan, sebenarnya bukan sebuah beban, namun adalah sesuatu yang harus dilaksanakan, hasil bisa menyusul. Dengan semacam kontrak tersebut pasti akan muncul beban moral. Dalam seminggu kami diberi waktu 5 hari, dalam sehari kami diberi waktu dari jam 07.30 sampai dengan 17.00 (itu jam kerja kami setiap hari). Itupun kadang-kadang masih dirasa kurang, sehingga pekerjaan mau gak mau kami bawa pulang ke kos an/kontrakan. Berat sekali rasanya. Sudah seharian dari pagi sampai sore gak ada habisnya masih harus dibawa pulang juga kerjaanya. Itulah yang saya liat dari beberapa curhatan teman-teman saya. Alhamdulillah sampai sekarang meskipun kadang merasakan hal-hal yang sama seperti di atas tidak sampai membuat saya stres berat, tidak mebuat saya lupa akan jalan menuju ke rumah :D…
Semoga dengan adanya beberapa macam perubahan tersebut bisa menjadi kan DJP ini semakin maju, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan tentunya bisa membantu negara dan bangsa ini untuk lebih maju dan terus maju. Hidup DJP ku, hidup INDONESIA ku.
Baca Selengkapnya......
kotabumi, 1 agustus 2011
apep.emdeje
Tuesday, 12 July 2011
tak terhitung lagi :(
Di teras sebuah rumah
Di kampung yang jauh dari keramaian kota
Di sebuah desa yang begitu nyaman, ngangeni :D
Di lereng gunung wilis
Di sebuah daerah yang terkenal pecel dan brem nya
Di propinsi ujung timur pulau jawa
Disitulah aku mulai memainkan jari jemariku tuk buat coretan ini
Aku pandangi sekelilingku
Begitu gelap malam ini
Begitu sepi malam ini
Biasanya ada suara kodok di sawah itu
Suara yang menghilangkan suasana senyap sepi
Tapi sepertinya mereka malam ini lagi malas bernyanyi
Yang dulu banyak kunang-kunang yang hilir mudik di sekeliling rumah
Malam ini tak terlihat satupun
Yang biasanya ada beberapa orang yang mencari air untuk sawahnya
Baca Selengkapnya......
Malam ini tak ada seorang pun
Mungkin itu karena hama wereng yang menyerang kampungku
Musim ini, musim duka bagi sebagian besar warga di kampungku
Sebagian besar dari mereka berpofesi sebagai petani padi
Semua tanaman mereka gagal panen
Begitulah kehidupan
Ada kalanya kita dapat yang terang
Begitu juga dapat gelap
Ada kalanya kita dapat putih
Kadang juga dapat abu-abu
Atau bahkan hitam legam
Malam ini...
Sesekali terdengar obrolan ibu, nenek dan adik serta suara anak-anak kecil
Ya, suara adik laki-lakiku dan sepupu
Mereka lagi main sama hewan-hewan peliharaannya
Ada ikan hias yang mereka taruh di toples
Ada juga hamster yang baru dibelinya tadi siang
Lucu, emang lucu mereka
Malam ini begitu gelap
Hanya ada beberapa bintang yang mau berbagi cahaya untuk makhluk di bumi
Bulan yang malam kemarin begitu cantik
Meskipun hanya sedikit keelokannya yang tampak
Malam ini dia bersembunyi entah kemana
Mungkin yang benar bukannya dia mau bersembunyi
Tapi, terpaksa harus bersembunyi
Sepertinya malam ini langit lagi mendung
Dan ternyata benar
Perlahan air langit jatuh dengan lembut
Hampir tak bersuara
Hanya berbisik-bisik saja
Namun tanah mulai basah
Malam ini Alloh menambah rizkiNya untuk makhlukNya
Tersadar ternyata Alloh sudah memberikan nikmatNya hampir 23 tahun
Begitu banyak nikmatMu yang Engkau berikan
Tak sanggup diri ini tuk menghitungnya
Meskipun dibantu semua orang di bumiMu ini
Meskipun dibantu teknologi tercanggih buatan manusia
Ya, begitu banyak nikmatMu
Aku masih bisa melihat senyum ibuku yang menentramkan
Senyum nenekku yang menghangatkan
Senyum saudara-saudaraku yang menyejukkan
Aku masih bisa bernafas dengan gratis
Masih bisa berjalan dengan normal
Organ tubuh yang lengkap
Tetangga yang baik
Teman yang masih peduli
Orang-orang sekelilingku yang masih mau saling menasehati
Alhamdulillah...
Puji syukurku hanya untukMu
Duhai Robbku
Duhai tuhanku
Tuhan semesta alam
Alloh
joho-dangangan-madiun, di malam bertambahnya umurku
apep.emdeje
Thursday, 7 July 2011
Perjalanan Mudik I di Tahun 2011
Sebenarnya tulisan ini udah aku buat beberapa hari setelah aku sampe rumah, cuma mau posting ke sini gak bisa. Koneksi di rumah lemot banget, putus-nyambung putus-nyambung tapi banyak putusnya bahkan gak jalan sama sekali. Maklum lah di daerah pedesaan lereng gunung wilis, sinyal aja kadang ada kadang nggak, telpon sering mati sendiri. jadi awet dech pulsanye...hehehehe
Saat- saat mau pulang kampung adalah saat yang sangat menyenangkan bagi orang-orang perantauan, tak terkecuali bagi saya. Alhamdulillah saya masih akan diberi kesempatan untuk melihat senyum bahagia ibu, nenek, dan saudara2 saya…. hehehe lebayyy, emang seperti itu adanya. Itulah yang aku rasakan beberapa jam sebelum memulai perjalanan pulang yang begitu panjang.
bahkan saat-saat itu bahagianya melebihi waktu awal bulan, waktu mendapatkan sms “cinta” dari nomor empat angka. Waduhhhh, jadi kangen sama sms-sms nya lagi…kapan ya…..plakkk *tapokpipine ; *srampangbakiak….wkwkwkwkwkwkwk
Sudah beberapa kali rencana mudikku gagal, awal tahun mau mudik ,…ehhhh…ada kerjaan persiapan cetak massal, februari cetak mencetak belum selesai juga, maret-april rekaman lagi banyak-banyaknya, pertengahan mei mau pulang, ehhhh… penyakit orang desa seperti saya bertamu dengan tiba2…batuk, pilek, awak greges…Alhamdulillah masih diingatkan sama gusti Alloh…
Ok kembali ke cerita…
Perjalanan pulangku kali ini akan kulakukan dengan estafet, sambung menyambung…untuk pertama kalinya akan mudik dengan estafet sendirian. Bismillah, insyaAlloh saya bisa….:semangka …semangat maksude..:D, yang bikin kurang yakin ntar waktu di Jakarta, bener-bener buta Jakarta. Untuk itulah sebelum pulang aku tanya2 dulu ke temen2 yang udah mengenal Jakarta, kendaraan tujuan mana aja yang harus aku ambil.
Mungkin apa yang aku tulis di bawah ini bisa menjadi salah satu referensi atau pengalaman bagi saya untuk anda. Siapa tahu sedikit-sedikit bisa membantu…kalau malah bikin bingung ya mohon mangap….hehehe
Jumat pagi, sehabis sholat subuh perjalanan mudik aku mulai. Habis pulang dari masjid langsung ke kamar ambil tas ransel yang udah penuh dengan bekal, salah satunya kantong asoy (kantong kresek)…siap2 aja….hehehehe, tau lah, masih suka hoex…hoex…kontraksi otot perut.
Sampe bundaran tugu kayu aro sekitar pukul 05.16 pagi. Di situ nunggu kendaraan (mobil engkel/L300, mobil yang lumayan cepet dibanding lainnya, sopire ngebut tenannnn je) yang mau ke terminal rajabasa, Bandar lampung. Sekitar jam 05.20 mobil dah ada. Biasanya kalau jam segitu berangkat maka sampe rajabasa bisa sebelum jam setengah 7. Tapi ternyata gak seperti itu, sopir menunggu penumpang yang lain. Aku tunggu sampe jam 05.30 kok belum berangkat. Jam 05.35 belum juga,jam 05.37 belum berangkat juga, ahhhh tau gini langsung aja ke puspa, stengah 6 berangkat dan bus nya AC. Tapi nasi udah jadi bubur, tambahin aja daging ayam ,bawang merah goreng dan bumbu2 lainnya, jadilah bubur ayam yang lezat.hmmmm….langsung aja ambil headset, colokin ke hp, puter mp3, subhanalloh, lantunan Muhammad thaha al junayd benar2 membuat hati tenang… :D
Setelah lumayan penuh akhirnya mobilnya berangkat sekitar pukul 05.40, perjalanan ke karang/rajabasa mobil L300 diiisi sekitar 18 orang dewasa dan 2 anak kecil sudah termasuk sopir…huhhhh…sesak bener…tak apa, dengan keadaan seperti itu aku bisa merasakan gimana rasanya desak2an dalam kendaraan.
Sampai rajabasa sekitar pukul 07.55. perjalanan sekitar 2 jam lebih dikit. Turun dari mobil langsung menuju deretan mobil yang berangkat ke terminal bakauheni. Ada 2 pilihan bus, yaitu AC dan non AC. Bus yang AC baru terisi sekitar 5 orang, kemungkinan bakalan lama berangkatnya. Dan ternyata benar, bus yang non AC lah yang berangkat duluan.Akhirnya aku ambil yang non AC. Pukul 08.09 bus berangkat dari terminal rajabasa menuju bakauheni.
Saranku..jika mau ke bakauheni dan anda dapatnya bus yang non AC bawalah masker, sebab jalannya rusak berdebu dan penumpangnya banyak yang merokok. Untungnya waktu itu aku bawa kain sarung. Jadi bisa buat ganti masker.hehehehe
Sampe bakauheni sekitar pukul 11.29. Perjalanan sekitar 3,5 jam…biasanya 2-3 jam dah sampe. Mungkin karena banyak jalan yang rusak. Turun dari bus langsung ke loket penjualan tiket kapal. Langsung aja menuju ke loket tiket kapal cepat. Kapal cepat perjalanan bakauheni- merak sekitar 1 jam, kalau kapal ferry/roro sekitar 2-3 jam itu normalnya, bahkan ada yang sampe 5 jam lebih..selak mbedodok hahahaha, istilah apaan tuh???pikiren dewe :D. Tiket kapal cepat sudah ditangan, langsung aja menuju ke dermaga kapal cepat. Sampe dermaga ternyata kapal belum sampe, masih perjalanan dari merak ke bakauheni.ok…saya tunggu. Setengah jam lebih menunggu akhirnya kapal pun datang. Sekitar pukul 12.16 kapal sampe. Penumpang yang dari merak pada turun dan para ABK nyiapin segala macemnya. Setelah semua persiapan selesai penumpangpun disuruh masuk, kapal berangkat pukul 12.31 dari bakauheni dan sampe merak sekitar pukul 13.41. mengapung di selat sunda sekitar 70 menit. Alhamdulillah dah sampe merak, dah sampe pulau tujuan saya, JAWA.
Di merak istirahat dulu, sholat, makan….kemudian menuju terminal induk pelabuhan merak. Aku naik bus yang ke kalideres, sesuai saran dari beberapa teman sebelum aku berangkat. Ada 2 pilihan bus, yaitu AC dan non AC. Setelah diliat2 ternyata yang bus AC udah banyak penumpangnya. Aku ambil bus AC. Pukul 14.29 berangkat dari merak menuju kalideres.
Seharusnya sekitar 2 -3 jam sudah sampe di kalideres.berhubung busnya sering banget berhenti untuk mencari penumpang maka perjalanpun menjadi lama, diperparah dengan tol merak yang sedang ada perbaikan. Perjalanan pun berlanjut. Perasaan kok gak sampe2 ya…. Waduhhhh bisa telat ni ditinggal kereta yang ke jawa timur. Rencananya mau naik senja Kediri, kalau lewat ada pilihan kedua yaitu naik bangunkarta (kedua nya dari stasiun pasar senen), lewat juga rencana mau naik bima atau gajayana (keduanya dari gambir), dan pilihan terakhir senja jogja atau senja solo (keduanya dari pasar senen), ntar nyambung bus yang ke madiun. Itu rencananya……
Jam 6 lewat kok belum masuk kalideres juga.sekitar pukul 18.16 bus kok keluar dari tol masuk ke tangerang, wahhhh….semakin bingung, akhirnya nanya ke orang yang duduk disampingku.
Aku : permisi pak,mau nanya, kalideres masih lama ya pak?
Penumpang : masih setengah jam lagi mas.
Wah kalau setengah jam lagi baru sampe kalideres trus sampe senen kapan….*berpikirkeras
Aku : kalau mau ke senen gimana ya pak?
Penumpang : harusnya mas tadi turun di kebun nanas, waktu kita keluar dari tol tadi kan ada jembatan penyeberangan, kalau mas ke kalideres dulu kelamaan dan muter2, mending mas turun depan situ aja, di carefour, kan ada jembatan penyeberangan di depan carefour. Trus mas nya nyebrang, naik bus yang kearah senen.
Aku : o…gitu ya pak…(muka pucat, keringat dingin keluar, untung aja gak sampe nangis)
Langsung aja aku turun, sampe lupa ngucapin ma kasih ke bapak yang disampingku karena buru2. Ma kasih pak, di sini aja aku ngucapinnya.hehehe
Turun dari bus, nyebrang trus nyari mobil yang ke senen, lagi-lagi saya gak tahu, emang saya bener2 buta Jakarta. Cari2 orang yang dapt dipercaya, akhirnya aku nanya ke satpam bank mandiri yang ada di sekitar carefour cikopo tangerang, untungnya satpamnya orang lampung, orang kalianda. Jadi waktu aku bilang saya dari lampung langsung di kasih penjelasan yang sejelas-jelasnya.hehehe
Ok...melanjutkan perjalanan. Aku naik angkot basing2 (terserah), karena semua angkot pasti lewat kebun nanas, toh tempat saya turun dari bus tadi gak begitu jauh dari kebun nanas, sekitar 300-500 meter. Turun di kebun nanas aku naik p100 sesuai penjelasan satpam tadi. Bus tujuan senen. Masih teringat kata satpam tadi, kalau jam segini(, habis maghrib, sekitar jam pulang kerja) kemungkinan besar macet, terutama di daerah harmoni, mungkin sekitar 2 jam lah mas sampe ke senen (berarti sampe senen sekitar jam setengah sembilan, dan artinya semua kereta yang sudah direncanakan lewat semua :hammer). Terlintas dalam pikirku, udahlah gak apa2, ntar kalau memang gak dapat tiketnya nyari penginapan aja, pulang besok pagi. Dan ternyata, bus yang saya tumangi layaknya busway, gimana tidak, jalan yang harus dilewati busway dipake oleh sopir bus ini, alhasil perjalan ke senen hanya butuh waktu sekitar 1 jam saja.
Alhamdulillah sampe senen sekitar pukul 19.24. langsung aja ke loket penjualan tiket kereta. Meskipun senja jogja gak kekejer aku masih dapat tiket senja solo. Senja solo berangkat pukul 20.20 dari pasar senen tujuan solo balapan. Masih ada waktu buat sholat makan dan bersih2.tepat 20.20 kereta berangkat sebelumnya beli Koran buat alas duduk, sebab tiket yang saya pegang tanpa tempat duduk. Alhamdulillah meskipun harus duduk di pintu kereta deket kamar mandi gak jadi masalah, yang penting bisa cepet sampe rumah.
Karena mungkin kecapean akhirnya tertidur juga di samping pintu gerbong, tapi ya gitu, tidur bangun tidur bangun karena banyak orang yang lewat dan juga pedagang asongan hilir mudik menjajakan dagangannya. Alhamdulillah akhirnya sampe juga di solo, sampe solo balapan sekitar 07.26. di stasiun istirahat dulu sambil nyari2 sarapan. Sarapan udah selesai dilanjutkan perjalanan ke madiun, naik bus jurusan Jogja Surabaya turun di terminal madiun. Sampe terminal madiun sekitar pukul 10.50. di terminal madiun pindah bus arah ponorogo, turun di pasar/pabrik gula pagotan sekitar pukul 11.31. Alhamdulillah di pagotan ketemu sepupu yang kebetulan waktu itu dia sedang mengantar anaknya perpisahan MI di gedung pertemuan PG pagotan. Disitu ternyata juga ada ibu yang sedang mengantar adik, adik saya waktu itu ikut mengisi acara di perpisahan tersebut.
Dari Pagotan ke rumah nebeng sepupu yang kebetulan waktu itu mobilnya masih muat kalau saya ikut. Daripada naik ojek atau naik delman bakalan lebih lama lagi, pasar pagotan ke rumah sekitar 6 KM.
Dari Pagotan ke rumah nebeng sepupu yang kebetulan waktu itu mobilnya masih muat kalau saya ikut. Daripada naik ojek atau naik delman bakalan lebih lama lagi, pasar pagotan ke rumah sekitar 6 KM.
Alhamdulillah sampe rumah semua rasa capek hilang terobati sama senyum2 bahagia dari keluargaku
Baca Selengkapnya......
Subscribe to:
Posts (Atom)


